Sisca Alvionita
1A514308
2PA07
KESEHATAN MENTAL
Pengertian Bipolar
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang
yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan
depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.
Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub
(bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi)
yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.
Setiap orang pada umumnya pernah
mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk
(mood low).
Pada fase turun atau yang disebut
sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat
sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania,
penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak
bicara.
Insiden gangguan bipolar berkisar
antara 0,3% - 1,5% yang persentasenya tergolong rendah jika dibandingkan dengan
persentase insiden yang dikategorikan skizofrenia. Gangguan bipolar saat ini sudah
menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota
di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Risiko kematian terus membayangi
penderita gangguan bipolar, dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.
Penyebab gangguan bipolar
Hingga kini para ahli belum
mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Namun
mengenai gejala mania atau depresi pada penderitanya, diduga turut dipicu oleh
beberapa faktor seperti adanya kelainan pada zat pengantar sinyal di otak.
Faktor pemicu lain yang tidak boleh
dianggap enteng adalah stres. Banyak kasus gangguan bipolar yang terjadi pada
penderita yang sering mengalami tekanan dalam hidupnya.
Selain stres, gaya hidup yang tidak
baik diduga turut memiliki dampak terbentuknya gangguan bipolar dalam diri
seseorang, misalnya kecanduan minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan.
Diagnosis
gangguan bipolar
Dalam mendiagnosis gangguan bipolar, psikiater akan
mencoba mengumpulkan keterangan, baik dari pasien langsung maupun dari
keluarga. Psikiater akan bertanya seputar gejala, riwayat kesehatan pasien, dan
riwayat kesehatan keluarganya. Misalnya apakah ada anggota keluarga pasien yang
mengidap kondisi sama. Selain itu, dokter mungkin melakukan tes darah dan tes
urin untuk memastikan gejala yang ada bukan disebabkan oleh penyakit lain.
Pengobatan
gangguan bipolar
Tujuan pengobatan gangguan bipolar
adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi
agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan. Selain
memperbaiki pola hidup, rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian
obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain misalnya terapi
psikologis.
Berikut ilustrasi video yang kami
buat untuk mengetahui Gangguan Bipolar https://youtu.be/j96_0ocfZuA
Nama Kelompok:
Ø Albert Ferdinand
(10514725)
Ø Chita
Rachmatasari (12514364)
Ø Dhani Rahmad
Riyadi (12514908)
Ø Kandi Larasati
Tambunan (15514765)
Ø Shintia
Rillyani (1A514246)
Ø Sisca
Alvionita
(1A514308)