Nama : Sisca Alvionita
NPM : 1A514308
Kelas : 1PA13
Tugas : Softskill (Menganalisis film menurut teori humanistik)
Analisis Film “Life is Beautiful” Menurut Teori-Teori
Humanistik
1. Abraham Maslow
Abraham Maslow mengeluarkan teori mengenai hierarki kebutuhan
manusia, yakni sebagai berikut:
a. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah
kebutuhan yang paling dasar dan bersifat homeostatik (menjaga keseimbangan
unsur-unsur fisik) seperti makanan, istirahat, seks dan lainnya. Kebutuhan ini
sangat kuat dalam keadaan absolut (kelaparan dan haus) maka semua kebutuhan
lain ditinggalkan dan orang mencurahkan semua kemampuannya untuk memenuhi
kebutuhan ini.
Dalam film tersebut, Guido sempat
mengambil enam butir telur saat pertama kali bertemu dengan Dora. Tindakan yang
sebenarnya merupakan “hadiah” dari Dora ini tentu didasari akan adanya
kebutuhan fisiologis.
b. Kebutuhan akan Rasa Aman
Kebutuhan ini muncul ketika
kebutuhan fisiologis terpuaskan, dan bersifat pemuasan pada hal keamanan,
stabilitas, keteraturan, kebebasan dari rasa takut maupun cemas. Pada dasarnya,
kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup, karena fisiologis
itu mempertahankan untuk jangka pendek dan rasa aman mempertahankan untuk
jangka panjang. Contoh-contoh bentuk rasa aman antara lain: kebutuhan pekerjaan
dan gaji yang tetap, keagamaan yang merujuk pada keseimbangan hidup, dan
keselamatan ketika terjadi bencana.
Dalam film, Guido berusaha sebisa
mungkin membuat suasana pelik dan menderita sebagai akibat dari ancaman Nazi
dengan bercerita pada anaknya, Joshua bahwa ini semua hanya permainan. Ia,
Joshua, dan orang-orang lain memiliki kebutuhan akan rasa aman, salah satunya
diwujudkan Guido dengan berpikir positif dan berusaha membuat orang lain
tersenyum.
c. Kebutuhan akan Kasih Sayang
Kebutuhan ini muncul ketika
kebutuhan fisiologis dan keamanan terpuaskan. Kebutuhan ini menjadi tujuan yang
dominan ada pada manusia karena orang sangat peka terhadap penolakan
kesendirian kehilangan sahabat atau cinta, maka kebutuhan ini penting sepanjang
hidup. Menurut Maslow, cinta tidak sama dengan seks, cinta adalah hubungan
sehat antara sepasang manusia yang melibatkan persaan saling menghargai,
menghormati dan mempercayai.
Tidak mudah bagi Guido untuk bisa
mendapatkan cinta dan hati Dora, guru sekolah cantik pujaan hatinya. Apalagi
Dora sebenarnya adalah tunangan pejabat fasis yang menghalangi usaha Guido
mendirikan toko buku. Namun bermula dari kebutuhan akan kasih sayang, Guido
mampu melakukan banyak hal untuk mendapatkan cinta Dora, salah satunya dengan
mencari perhatiannya, dengan membuatnya masuk ke mobilnya saat hujan deras, dan
membawa Dora dan berbicara banyak hal di suatu tempat.
d. Kebutuhan akan Penghargaan Diri
Kepuasan kebutuhan ini akan
menimbulkan perasaan dan sikap percaya diri, rasa diri berharga, mampu berguan
dan penting. sebaliknya frustrasi akan membuat dirinya canggung, inferior,
pasif dan lainnya. Kebutuhan ini memiliki dua jenis, yaitu kebutuhan untuk bisa
menghargai diri sendiri dan kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan dari orang
lain.
Guido dalam film “Life is Beautiful”
betul-betul mampu menghargai dirinya sendiri. Dengan demikian ia akan dengan
mudahnya menghargai orang lain. Salah satunya adalah ketika membuat kesalahan
dengan menjatuhkan pot ke seorang pejabat Fasis, ia kemudian meminta maaf
kepadanya dan bersifat jenaka, meski si pejabat marah-marah. Hal ini berarti
sangat asertif pada diri sendiri dan mampu membuat orang di sekitarnya
tersenyum.
e. Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Sesudah semua kebutuhan dasar
terpenuhi, maka muncullah kebutuhan aktualisasai diri yang membuat seseorang
mampu untuk memaksimalkan potensi-potensinya. Aktualisasi diri adalah keinginan
untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (self fulfillment) untuk
menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang ia dapat lakukan
dan untuk menjadi kreatif serta bebas mencapai puncak prestasi potensinya.
Salah satu perilaku Guido yang
menunjukkan kebutuhan aktualisasi diri adalah ketika ia berjuang sedemikian
rupa untuk mendirikan sebuah toko buku. Tak berat memang, namun idealisme
tentang toko buku tersebut membuatnya bertahan dan terus berjuang.