Sisca Alvionita
2PA07
1A514308
Kesehatan Mental #
Kepribadian Sehat
Kepribadian
adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang
bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang
dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak
ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah
dilontarkan.
Sehat
merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan
anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia
sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang
sadar akan hal tersebut.
A.
ALIRAN PSIKOANALISA
Aliran
psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego,
super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini juga mengabaikan potensi yang
dimiliki oleh manusia, selain itu juga berpendapat bahwa manusia adalah makhluk
yang berkeinginan (homo volens).Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia
baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah
disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang
kita sadari dan tidak kita sadari.
Pandangan
kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit dari kodrat
manusia, karana hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis.
Aliran ini mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian
yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang
paling baik. Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia,
dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan biologis dan
konflik masa kanak-kanak.
Aliran
ini menyatakan bahwa struktur dasar kepribadian manusia sudah terbentuk pada
usia lima tahun. Freud membagi struktur kepribadian dalam tiga komponen, yaitu
id, ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara
ketiga komponen tersebut. Id merupakan sumber dari insting kehidupan (makan,
minum, tidur) dan insting agresif yang menggerakkan tingkah laku. Id
berorientasi pada prinsip kesenangan. Ego sebagai sistem kepribadian yang
terorganisasi, rasional, dan berorientasi pada prinsip realitas. Superego
merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan norma di masyarakat
mengenai baik-buruk atau benar-salah. Superego berfungsi untuk merintangi
dorongan id, terutama dorongan seksual dan sifat agresif, juga mendorong ego
untuk menggantikan tujuan realistik dengan tujuan moralistik, serta mengejar
kesempurnaan.
Secara umum perilaku manusia
bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak
kesakitan dan mencari kenikmatan. Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual
mengarah pada perilaku neurosis. Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak
berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi
selama proses perilaku.
Teori yang dihasilkan oleh
psikoanalisa
Freud berhasil mengembangkan teori
kepribadian yang membagi struktur mind ke dalam tia bagian yaitu:
Ø Consciousness (alam sadar)
Ø Preconsciousness (ambang
sadar) dan
Ø Unconsciousness
(alam bawah sadar)
Dari ketiga
aspek kesadaran, unconsciousness adalah yang paling dominan dan paling penting
dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es). Di dalam
unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar dan
instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan
unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja.
Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang
memiliki kontak langsung dengan realitas. Freud mengembangkan konsep struktur
mind tersebut dengan mengembangkan “mind apparatus”, yaitu yang dikenal dengan
struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id,
ego dan super ego
B. Aliran Behavioristik
Behaviorisme
juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa
pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki
batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang
yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh
John B. Watson (1879-1958).
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri
penting.
1. Menekankan pada
respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2. Menekankan pada
perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme
menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3. Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu
dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu
reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang
sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner.
Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya
lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif
yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap
diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia
dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar.
Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat
sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan
bawaan sendiri
4. Menekankan pada
tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif
C. HUMANISTIK
Menurut aliran humanistik
kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang
terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan
pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk
belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan
respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah
mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang
terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah
mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap
individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala
sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan
kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli
psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus
dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia
juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang
secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik
tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya
terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan
memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran
Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara
sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi
maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta
mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT PENDAPAT
ALLPORT , CARL ROGERS, MASLOW DAN FROMM
MENURUT PENDAPAT ALLPORT
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport
adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut
menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya”
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke
depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang
dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang
dikemukakan oleh Freud.
Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang
Menurut Allport :
Menurut Allport, faktor utama
tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan
selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi
fungsional.
- Kualitas
Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1.
Ekstensi sense of self
· Kemampuan berpartisipasi dan
menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
· Kemampuan diri dan minat-minatnya
dengan orang lain beserta minat mereka.
· Kemampuan merencanakan masa depan
(harapan dan rencana)
2.
Hubungan hangat/akrab dengan orang lain,
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion
(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
3.
Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi
berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan
seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4.
Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang lain,
objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki
keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan
tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5.
Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan
memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa
tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada
keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6.
Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari
semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat
agama.
Untuk memahami orang dewasa kita
membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki
kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu
apa yang ia lakukan.
MENURUT PENDAPAT ROGERS
Pendapat rogers : memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut
rogers, yang meliputi
- Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers,
pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam
kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri
untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan
aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai
akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan
konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi
bagian dari dirinya.
- Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian
individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan
tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
a. conditional positive regard (bersyarat),
b. unconditional positive regard (tak bersyarat).
Contohnya, seorang atlet cilik yang ingin selalu
diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan
prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi
sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami
pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima,
disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan
penuh kepercayaan.
MENURUT PENDAPAT MASLOW
Maslow
membawa psikologi barat untuk tugas yang penekanannya pada determinisme dan
pengabaiannya terhadap manusia yang terjadi secara kebersamaan.Ia terutama
ditentang oleh hasil generalisasi dari penemuan yang diturunkan dari penelitian
atas “orang yang sakit mental” menjadi manusia yang utuh,berpendapat bahwa
psikologi seharusnya member perhatian pada penelitian tentang kesehatan mental,yang
mana dia memandang sebagai pemenuhan terhadap kelima hierarki motivasi dari
kebutuhan perkembangbiakan dalam kebutuhanterhadp aktualisasi diri. Dia
mendasarkan teori motivasinya pada asumsi optimis tentang instrinsik manusia
yang ebrsifat baik,yang memandang sebagai bercorak biologisnya.
Memang,meskipun Maslow dianggap sebagai pendiri psikologi humanistic,dia juga
dipandang sebagi pelopor dari Psikologi Transpersonal.Maslow beragumentasi
bahwa oleh karena ketakutan ini penyesuaian normal menyangkut rata-rata akal
sehat orang yang mengimplikasikan keberhasilan yang terus berlanjut terhadap
penolakan diri dan kedalaman sifat manusia.Pandangan maslow terutama yang
menghubungkan kapasitas untuk pengalaman puncak (peak experience),menemukan resonansi
dalam budaya tanding pada 1960-an dan ia dielukan sebagai nabi utama dari
gerakan kesadaran.Selama 1960 dan 1970-an psikologi transpersonal berkembang
berdampingan dengan penelitian tentang kondisi kesadaran yang lain.
Meskipun demikian,pandangan Maslow tentang kondisi manusia dan model
kesehantannya,yang di satu sisi membuka bidang baru dalam psikologi,sebenarnya
bukan gagasan yang baru atau orisinal.Konsepnya tentang manusia dan
penekanannya terhadap perubahan sama dengan yang ditemukan mengandung kemiripan
yang mengejutkan dengan konsep yang diajukan Dr.Samuel Hahnmann,oerubus
pengobatan homeopathic modern.
Maslow mengatakan “saya memepertimbangkan Humanistik,psikologi kekuatan ketiga
menajdi transisi,suatu persiapan untuk psikologi keempat yang “lebih tinggi”,
transpersonal, transhumant, lebih berpusat pada alam semesta (cosmos) dari pada
kebutuhan manusia dan kepentingan manusia. Jadi menurut saya kesimpulan saya.
Psikologi humanistik menurut maslow itu adalah manusia untuk bersifat baik,baik
secara manusiawi dan biologisnya,namun sering kita lihat juga bahwa adanya
penolakan atas sisi kita yang terbaik dan banyak juga keunikan keunikan yang
dimiliki setiap individu,baik secara konteks social , budaya dan individunya
tersebut.bisa kita lihat contoh keunikan budaya kita,yaiutu di Kalimantan
Selatan (dayak). Disana banyak sekali orang-orang mengkreasikan derinya
tersebut,seperti mentato tubuhnya dengan gambar artefak-artefak kuno,Menindik
hidungnya dengan tulang tulang hewan yang sudah mati,dsb.Namun tidak hanya dari
segi itu saja kita dapat melihat keunikan manusia.Kita juga bias melihat
kemampuan individu dalam pengalaman-pengalaman mistik/spritualnya dan Maslow
berpendapat bahwa "dunia spiritual dan dunia yang terhubung,merupakan satu
kesatuan yang kuat”.Mungkin ini semua di karenakan “identifikasi dengan spesies
manusia yang bertambah dan bekurang dan adanya perubahan nilai dan struktur
yang terjadi di masyarakat yang semakin demokratis”.Dan perkembangan
transpersonal dan transhumant itu akan menawarkan secara sangat baik bagi
kepuasan nyata,kegunaan,kepuasan yang efektif tentang “idelaisme yang frust
ciri-ciri Kepribadian yang sehat
1.
Menerima
realitas secara tepat
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia
sekitarnya secara objektif, teliti terhadap arang lain, mampu menemukan denagn
cepat penipuan dan ketidakjujuran. Mereka bersandar semata-mata pada keputusan
dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat pandangan-pandangan yang berat
sebelah atau prasangka-prasangka.
Kepribadian-kepribadian yang tidak sehat mengamati dunia menurut ukuran-ukuran
subyektif mereka sendiri, memaksa dunia untuk mencocokannya dengan bentuk
ketakutan-ketakutan, kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai. Semakin objektif kita
mampu menggambarkan kenyataan, maka semakin baik kemampuan kita untuk berpikir
secara logis, untuyk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada
umumnya untuk menjadi efisien secara intelektual.
2.
Menerima diri dan orang lain apa adanya
Orang-orang
yang mengaktualisasikan diri menerima diri mereka. Kelemahan-kelemahan dan
kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atas kesusahan. Sesungguhnya, mereka
tidak terlampau banayk memikirkannya. Meskipun individu-individu yang sangat
sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau cacat-cacat, tetapi mereka tidak
merasa malu atau merasa bersalah terhadap hal-hal tersebut.
Karena orang-orang sehat
ini begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus mengubah atau
memlsukan diri mereka. Mereka santai dan puas denagn diri mereka dan penerimaan
ini berlaku bagi semua tingkat kehidupan.
Sebaliknya,
orang-orang neurotis dilumpuhkan oleh persaan malu atau perasaan salah atas
kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan mereka, begitu di hantui sehingga
mereka mengalihkan waktu dan energi dari hal-hal yang lebih konstuktif.
3.
Bertindak secara spontan dan alamiah,tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa
berpura-pura.
Kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini bertingkah laku secara kodrati
yakni sesuai dengan kodrat mereka.
Dalam situasi dimana ungkapan
perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan orang lain, atau dimana hal tersebut
tidak penting, maka untuk sementara mereka mengekang persaaan-perasaan itu.
Jadi, mereka tidak sengaja menjadi tidak konvensional atau memberontak, mereka
tidak mau mencari kesenangan dalam mencemoohkan dengan sengaja aturan-aturan
dan adapt-adat social.
Akan tetapi dalam situasi di mana menaruh hormat kepada kebiasaan social
mengganggu apa yang dianggap penting oleh orang-orang yang sehat, mereka tidak
ragu menentang kebiasaan
tersebut.
Lagi pula mereka sendiri adalah wajar dan sederhana, merasa yakin dan aman,
serta tidak konvensioanal dengan tidak bersikap agresif dan memberontak.
4.
Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Orang
yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat bahwq
pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan mereka adalah sesuatu
yang ingin mereka lakukan; tentu, sesuatu yang harus mereka lakuakn tidak
semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan.
Mereka tidak melakukan
pekerjaan untuk mendapatkan uang,popularitas atau kekuasaan, tetapi karena
pekerjaan itu memuaskan metakebutuhan. Menantang dan mengembangakan
kemampuan-kemempuan mereka, menyebabkan mereka bertumbuh sampai pada tingkat
potensi mereka yang paling, dan membantu merumuskan pengertian mereka tentang
diri mereka siapa dan apa.
5.
Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu kebutuhan yang kuat
untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang-orang lain
untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian mungkin mereka menjauhkan diri dan
tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt egosentris dan terarah
kepada dir mereka sendiri.
Sebaliknya,
orang-orang neuorotis biasanya snagat emosional tergantung pada orang-orang
lain untuk kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkan untuk diri mereka.
6.
Memiliki ruang untuk diri pribadi
Pengaktualisasian diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social
dan fisik. Kepribadian-kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat
otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis
atau kerugian.
Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan orang-orang yang sehat mungkin
hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu ketenangan
dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehay sebagai
malapetaka.
7.
Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan
kehidupan baru
Menghargai pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu
terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan
kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan terhadap dorongan setiap
hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang pasti, tetapi
senantiasa berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka
alami.
8.
Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan,
perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama seperti
pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam.
Maslow menunjukan bahwa
tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat juga ada pengalaman-
pengalaman yang ringan. Pengalaman- pengalaman yang ringan ini kadang- kadang
dapat terjadi pada kita semua. Akan tetapi individu yang lebih sehat memiliki
pengalaman-pengalaman puncak lebih sering dari pada orang- orang biasa, dan
mungkin sering kali terjadi setiap hari.
9.
Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Pengaktualisasian diri memiliki perasaan empati dan afeksi yang sangat kuat dan
dalam terhadap semua manusia, juga suatu keinginan untuk membantu kemanusiaan..
Mereka adalah anggota dari satu keluarga (manusia) dan memiliki suatu perasaan
persaudaraan dengan setiap anggota lain dalam keluarga.
Orang- orang
yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat mencapai hal- hal dengan lebih
baik daripada orang-orang lain dan bahwa mereka melihat dan memahamii hal-
hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin kerapkali merasa tertekan atau marah
karena tingkah laku orang- orang lain yang bodoh, lemah, atau kasar tetapi
mereka cepat memahami dan memaafkannya.
10. Memiliki relasi
yang akrab dengan beberapa teman
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang- orang lain daripada
orang- orang yang memiliki kesehatan jiwa yang biasa.mereka memiliki cinta yang
lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan identifikasi yang lebih
sempurna dengan individu-individu lain.
Meskipun orang-
orang yang akrab dengan mereka adalah kecil, namun aktualisasi diri berbudi
baik dan sabar terhadap orang- orang lain, khusunya terhadap anak- anak.mereka
membenci dan kejam terhadap orang yang kritis, congkak atau sombong.
Cinta mereka
bukan cinta yang egoistic, dimana membari cinta sekurang- kurangnya sama
pentingnya dengan menerima cinta dimana perhatian seseorang terhadap
pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah sebanyak perhatian terhadap
pertumbuhan diri sendiri.
11. Mengarah pada
nilai-nilai demokratis
Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatkan kelas
social, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna
kulit.mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari dari siapa saja yang
dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
12. Memiliki nilai-nilai
moral yang tangguh
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan
atau cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka
juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah.
Orang yang kurang sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam hal- hal
etis, terombang- ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah menurut
keuntungannya.
13. Memiliki rasa
humor yang tinggi
Orang-orang yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor, humor permusuhan yang
menyebabkan seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil
keuntungan dari rasa rendah diri dari orang lain atau kelompok dan humor
pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus
atau percakapan cabul. Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri bersifat
filosofis, humor yang menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan kepada
seseorang yang khusus. Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang dipakai
langsung kepada hal yang dituju dan juga menyimpulkan tertawa
14. Menemukan hal-hal
baru, ide-ide segar, dan kreatif
Kreatifitas
merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang dari pengaktualisasi-
pengaktualisaasi diri mereka adalah asli, inventif, dan inovatif, meskipun
tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Maka kreatifitas
lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih
mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi terhadap dunia dan bukan
mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu karya seni
15. Memiliki
integritas tinggi yang total
Pengaktualisasi – pengaktualisasi diri dapat berdiri sendiri atau pun otonom,
mampu melawan dengan baik pengaruh- pengaruh social, untuk berpikir atau
bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka tidak terus terang
menenrang kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang hebat ini mungkin
tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau karikatur dari
kepribadian yang sangat sehat.
Lima kebutuhan dasar Maslow-disusun
berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga
yang tidak terlalu krusial :
1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya
adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan
biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain
sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan
Keselamatan
Contoh seperti :
Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari
teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan
Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, dan
kebutuhan cinta dari lawan jenis.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian,
piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah
kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan
minatnya.
MENURUT PENDAPAT FROMM
Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang
dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan
tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi
harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan
di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm
dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia
menulis:
“Manusia, setelah
menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan
puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk
kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada
kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat
kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada
dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila
ditinggal mati atau ditinggal kabur.”
kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan
penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan
menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu
sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan,
renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang,
benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.
Ciri-ciri kepribadian yang sehat
Cinta yang produktif, pikiran yang
produktif, kebahagiaan, dan suara hati.
Karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian,
tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti
memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh
memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan
mereka.
Hal ini berarti memikul tanggung jawab untuk orang-orang lain, dalam pengertian
mau mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka juga orang-orang yang dicintai
dipandang dengan respek dan menerima individualitas mereka, mereka dicintai
menurut siapa dan apa adanya. Dan untuk menghormati mereka, kita harus memiliki
pengetahuan penuh terhadap mereka, kita harus memahami mereka siapa dan apa
secara objektif.
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.
Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran.
Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya
bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana
pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara
objektif seluruh masalah.
Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling hebat. Fromm membedakan dua
tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah
penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang
itu. Penguasa itu dapat berupa orang tua, Negara, atau suara kelompok lainnya
yang mengatur tingkah laku melalui ketakutan orang itu terhadap hukuman karena
melanggar kode moral dari penguasa. Suara hati humanistis ialah suara dari diri
dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk
tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai
dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh
kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan
kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan
mengatur diri sendiri.
SUMBER :
Basuki,Heru. 2008.
Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Baihaqi,MIF.(2008).
Psikologi Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hlm. 4-6.
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori
Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.
Lindsay,Gardner. Editor: Sugiyono. 1993. Psikologi Kepribadian 3 Teori-Teori
Kepribadian dan Behavioristik. Kanisius : Yogyakarta
Lindzey,Gardner
and Hall, Calvin, Introduction to Theories of Personalitry,New York: John Wiley
& Sons, Inc., 1985
Sarwono,S.W.(2002).Berkenalan
dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi.Jakarta : Bulan Bintang.
Schultz,Duane.(1991).
Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta:Penerbit Kanisius.