Selasa, 24 Maret 2015

pengantar kreativitas dan keterbakatan tugas 1



Nama : Sisca Alvionita
NPM  : 1A514308
Kelas : 1PA13
Tugas : Pengantar kreativitas dan keterbakatan


My passion
Passion bagi saya adalah segalanya. Dimana kita bisa mencintai dan menikmati suatu hal pada apa yang kita kerjakan. Passion adalah rasa dimana kita bisa bergairah dan berhasrat meakukan sesuatu. Dan passion saya adalah pragawati/model.

Entah mengapa saya suka memikirkan hal-hal yang ingin saya ciptakan. Yah, seperti bermimpi lah. Menurut saya setiap orang pasti mempunyai mimpi. Mimpi yang saya maksud bukanlah mimpi yang berarti bunga tidur(gambar yang muncul saat kita tidur). Mimpi yang sedang saya  bahas saat ini adalah mimpi yang berkaitan dengan harapan tentang masa  depan.

Alasan saya menyukai permodelan karena saya tertarik mellihat model yang berjalan di catwalk dengan busana dan dandanan yang cantik, dalam pikiran saya hanya ada satu kalimat “ suatu saat saya akan jadi seperti model itu). Jadi alasan utama saya ingin banget  jadi seorang pragawati/model terkenal karena setiap hari dimake-up, cantik setiap hari memang alasan ini terlalu polos sebenarnya.

Jadi, setiap ada waktu luang saya dan saudara saya mencoba trik foto model, yah walaupun masih pemula tapi kami selalu mencoba yang terbaik. Dalam meraih mimpi pasti ada tantangan. Ada usaha yang harus dilakukan, ada harga yang harus dibayar, ada hal-hal yang harus diperjuangkan. Apapun itu saya tidak akan menyerah untuk melakukan hal-hal yang menurut saya yang terbaik untuk diri saya hingga saya mendapatkan hasil yang memuaskan. Saat  ini hanya itu yang bisa saya lakukan terus berlatih dan selallu mencari trend saat ini. 

Kamis, 19 Maret 2015

Tugas Psikologi Pendidikan



Nama : Sisca Alvionita
Npm  :1A514308
Kelas : 1PA13         
KONDISI PSIKOLOGIS SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL
Tulisan ini saya buat untuk memenuhi tugas psikologi pendidikan saya, jika terdapat kesalahan dan kekurangan mohon dimaafkan ^_^. Disini saya akan membahas tentang kondisi psikologis siswa dalam menghadapi ujian nasional.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga,dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.Ujian nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan,dan akuntabel. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Menurut saya banyak siswa yang cerdas dan pintar dalam berbagai mata pelajaran sukses dalam ujian nasional. Begitu pula siswa yang cerdas dan pintar dalam mata pelajaran merasa pisimis, mencari bocoran soal, membeli kunci jawaban, menerima kunci dari sms yang kurang pas. Sebagian siswa lagi tidak tahu, dan pasrah dalam kondisi tertekan, menurun daya ingatan, tidak terstruktur dan kusut ingatan pada meteri ujian, bayang-bayang pikiran menghantui kegagalan ujian, pikiran kacau, berkecamuk rasa malu dan takut tidak dapat menjawab soal ujian yang benar. Kondisi psikologis siswa seperti ini penting untuk mendapatkan pelayanan agar dapat sukses dalam Ujian Nasional.
Kondisi psikologis siswa bermacam-macam dalam menghadapi Ujian Nasional, hal ini disebabkan adanya dinamika psikis yang berbeda-beda dalam diri siswa. Siswa yang dinamika psikisnya baik tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian nasional. Sebaliknya siswa yang dinamika psikisnya tidak baik akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional.
Dinamika psikis adalah energi kejiwaan yang menggerakkan, yang penuh dinamika , yang akan membawa dan menuju sukses dalam menghadapi Ujian Nasional. Energi adalah kemampuan untuk bertindak. Energi merupakan ketetapan hati yang tidak tampak yang dimiliki oleh setiap orang untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan hati mereka.Dalam diri siswa terdapat dua macam energi yaitu energi fisik dan energi psikis. Energi psikis jauh lebih penting dari energi fisik,karena dari alam bawah sadar yang dapat menimba banyak daya dan kekuatan disaat dibutuhkan.
Siswa yang dinamika psikisnya baik, tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional, dimungkinkan karena : 
    1. sudah menguasai materi pembelajaran yang akan di Uji Nasional-kan;
    2. penuh percaya diri, penuh rasa kemenangan, dan keberhasilan, serta siap menghadapi kenyataan;
    3. sugesti diri yang positif akan keberhasilan dalam menghadapi Ujian Nasional;
    4. memiliki kesiapan mental dan phisik dalam menghadapi Ujian Nasional;
    5. menganggap bahwa ujian adalah merupakan hal yang biasa dan harus dilalui dalam proses pembelajaran;
    6. menganggap bahwa lulus atau gagal adalah merupakan yang wajar dalam menghadapi Ujian Nasional;
    7. ingin membuktikan kemampuan yang dimiliki apa sudah bisa mencapai standar kompetensi lulusan secara nasional yang ditetapkan dalam Ujian Nasional
Sedangkan siswa yang dinamika psikisnya tidak baik akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional,dimungkinkan karena: 
    1. tidak menguasai materi pembelajaran yang akan di Uji Nasional-kan;
    2. tidak percaya diri,dan tidak siap dan biasa menghadapi kenyataan;
    3. tidak memiliki kesiapan mental dan phisik dalam menghadapi Ujian Nasional;
    4. menganggap bahwa ujian (Ujian Nasional) adalah merupakan hal yang menakutkan;
    5. menganggap Ujian Nasional harus lulus dan jika tidak lulus adalah tabu karena disekolah setiap ujian pasti lulus;
    6. pembelajaran disekolah dianggap belum mencukupi untuk membekali dirinya dalam menghadapi Ujian Nasional;
    7. proses pembelajaran di sekolah tidak menerapkan sistem evaluasi/ujian yang obyektif, berkeadilan,dan akuntabel;
    8. hasil Ujian Nasional akan menentukan kelulusan pada akhir masa studi.
Jadi, setiap siswa memiliki kondisi psikologis yang bermacam-macam dalam menghadapi Ujian Nasional, hal ini disebabkan adanya dinamika psikis yang berbeda-beda dalam diri siswa. Siswa yang dinamika psikisnya baik tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian nasional. Sebaliknya siswa yang dinamika psikisnya tidak baik akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional.